Edukasi di Vietnam

vietnam-map-02 Sekilas Mengenai Vietnam

Vietnam adalah negara ke-14 yang paling padat penduduknya di dunia, ke-8 di Asia, dan ke-3 di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 93 juta dan masih bertumbuh. Penduduk perkotaan adalah sekitar 30 juta dan penduduk pedesaan sekitar 60 juta. Sekitar 40% dari populasi adalah antara usia 10-25, yang berarti populasi muda dan tumbuh akan terus menuntut peningkatan akses ke pendidikan tinggi.

Bahasa resmi yang digunakan di Vietnam adalah Bahasa Vietnam, dengan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua semakin populer. Hal ini diterima secara luas bahwa kefasihan dalam bahasa Inggris mengarah ke karir yang lebih sejahtera di Vietnam. Menurut PBB, tingkat kemampuan membaca adalah 94% per 2013. Agama tidak pernah dianggap sebagai faktor penting untuk pembangunan ekonomi dan pendidikan; Namun, Buddhisme adalah agama dominan di seluruh negeri (Kantor Statistik Umum Vietnam, 2015).

Penerimaan Vietnam ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2007 merupakan langkah fundamental dalam proses pembangunan bangsa. Meskipun perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, negara berorientasi ekspor masih tumbuh kuat, melaporkan tingkat pertumbuhan PDB 5,5% pada tahun 2014, laju terkuat sejak 2011, dan memprediksi pertumbuhan lebih lanjut dari 6,1% untuk 2015. Sebuah masuknya investasi asing langsung dan peningkatan organisasi multinasional mulai operasi di Vietnam sebagian besar bertanggung jawab (ADB, 2014).

Pabrik, informasi dan teknologi, serta industri yang maju merupakan alasan dari pesatnya perkembangan ekonomi nasional di negara ini. Meskipun terdapat banyak pertumbuhan industri, namun tidak banyak terdapat manajer maupun insunyir yang kompeten. Banyak insinyur lokal yang tidak paham mengenai informasi dan teknologi serta bahasa asing, dan banyak juga manajer yang tidak paham mengenai bahasan finansial maupun bagaimana cara mengelola manajemen dengan baik. Sebagai hasilnya, pemerintah Vietnam telah mengimplementasikan pelatihan-pelatihan bagi para tenaga kerja di Vietnam. Bagian pariwisata juga merupakan satu hal yang cukup berkembang di Vietnam belakangan ini. Banyaknya hotel-hotel besar dan resort di sepanjang pantai Timur Vietnam telah menghasilkan permintaan yang tinggi untuk disediakannya tenaga kerja berpendidkan yang dapat menjalani pekerjaan di bidang pariwisata.

Struktur Edukasi

Sejak tahun 1990 Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah mengawasi hampir seluruh aspek dari sistema pendidikan di Vietnam, termasuk peraturan mengenai institusi baru, pembuatan buku ajaran dan kurikulum, persyaratan masuk, serta pemberian sertifikas dan ijazah. Beberapa lembaga tertentu berada di bawah pengawasan kementerian lain, namun sebagian besar berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.

In Vietnamese society, a quality education combined with an understanding of the English language is viewed as essential in order to enhance employment prospects, resulting in greater success and financial stability. The structure of the Vietnamese education system is similar to the United States in that on average, Vietnamese spend 12 years in mainstream education, consisting of 5 years in primary school, 4 years in secondary school, and 3 years in senior high school. For higher education studies, associate degrees take 3 years to complete, bachelor’s degrees take 4 years, and master’s degrees take 2 years. Completion of a PhD will take a minimum of 3 years, but on average takes 4 - 5 years. The academic calendar year operates from September – May.

Tes masuk universitas dilihat berdasarkan nilai yang didapat dari ujian masuk nasional, yang dibuat oleh lembaga pendidikan tinggi. Setiap institusi memiliki batas nilai masing-masing untuk menyeleksi mahasiswa. Berdasarkan jumlah statistik dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, terdapat 1,4 juta kandidat yang terdaftar untuk ujian masuk universitas tahun 2014, dimana 1,2 juta di antaranya terdaftar untuk melanjutkan pendidikan di universitas, sementara 258.000 lainnya di peguruan diploma. Kapasitas saat ini untuk menerima mahasiswa baru adalah sekitar 600.000, dimana jumlah universitas adalah 234 sementara perguruan diploma 185, hal ini membuktikan bahwa terdapat lebih banyak jumlah mahasiswa disbanding institusi pendidikan tinggi lokal.

Terdapat 419 perguran tinggi di Vietnam, dimana 234 di antaranya memiliki varian jurusan dari tingkat senior dan institusi, sementara 185 perguran tinggi lainnya termasuk tingkat junior dan pusat pelatihan jurusan. Sebagai tambahan, perguruan tinggi semi-publik dan universitas swasta diizinkan beroperasi dengan bebas dan memberikan biaya masuk bagi mahasiswanya.

Menurut data pemerintah di tahun 2012, terdapat 20% jumlah pendidikan tinggi swasta dimana 15% di antaranya berada di level bawah. Lembaga pendidikan tinggi swasta dianggap memiliki kualitas rendah dibandingkan insitusi publik. Kebanyakan perguruan berada di bawah pengawasan kementerian yang sesuai, namun jumlah perguruan tinggi swasta tetap bertambah dari tahun ke tahun.

Tren terhadap Edukasi Internasional

According to the Vietnamese Ministry of Education and Training (MOET), it is estimated that 125,000 Vietnamese studied abroad in 49 countries and territories during the 2013 - 2014 academic calendar. This figure represents a 15% increase on the year previous. In addition, 90% of those studying overseas are self-financing students. According to the Ministry of Finance (MOF), Vietnamese people spend over 1bn USD per year on overseas study. As a result, the establishment of student exchange, faculty exchange, and twinning programs have become increasingly popular in Vietnam, allowing both Vietnamese and non-Vietnamese students to study outside of their respective countries, acquiring an internationally recognized qualification without having to conduct the entirety of their studies abroad.

Terdapat 400 program kerja sama dengan institusi asing. Permintaan untuk pelatihan bahasa Inggris pun ikut melonjak. Dari 11 negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Vietnam memiliki jumlah mahasiswa yang paling banyak mengenyam pendidikan di luar negeri tiap tahunnya. Negara-negara tujuan di tahun 2014 yang popular adalah Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Cina, Singapura, Perancis, Taiwan, dan United Kingdom juga tertulis sebagai beberapa negara tujuan.

Market Facts

  • Large Population- 90m in 2014, and estimated to exceed 100m by 2020
  • Young Population - over 40% of the population is under the age of 25
  • Emerging Middle Class - Rapidly growing middle class that possess the financial means to invest in their children’s future
  • Value Overseas Education - Over 125,000 studied overseas in 2014
  • Government Investment - Significant Government investment in Education has resulted in many government backed scholarship schemes
  • International Mindset - Universities in Vietnam want to internationalize through overseas partnership agreements